"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat (Gereja)-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya" -Matius 16:18-
Minggu, 18 Maret 2012
Rabu, 14 Maret 2012
Sabtu, 10 Maret 2012
KATEKESE EKARISTI DARI DOKUMEN GEREJA (2)

diambil dari SACRAMENTUM CARITATIS (SAKRAMEN CINTA KASIH), Anjuran Apostolik Bapa Suci Benediktus XVI
Iman Ekaristis Gereja
6. “Inilah misteri iman kita!” Dengan kata-kata ini, yang diucapkan langsung sesudah kata-kata konsekrasi, imam memaklumkan misteri yang sedang dirayakan dan mengungkapkan kekagumannya di depan perubahan substansial dari roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Tuhan Yesus, suatu realita yang melampaui pemahaman insani. Ekaristi adalah suatu “misteri iman” yang unggul : “rangkuman dan ringkasan iman kita” . Iman Gereja pada hakikatnya adaah iman ekaristis, dan secara istimewa dipupuk pada meja Ekaristi. Iman dan sakramen adalah dua segi kehidupan gerejawi yang saling melengkapi. Dibangkitkan oleh pemakluman sabda Allah, iman dipupuk dan bertumbuh dalam perjumpaan penuh rahmat dengan Tuhan yang bangkit, yang terjadi dalam Sakramen: “iman diungkapkan dalam ritus, sementara ritus menguatkan dan meneguhkan iman”. Karena alasan ini, Sakramen Altar selalu ada di jantung kehidupan Gereja : “syukur atas Ekaristi, Gereja selalu dilahirkan kembali dalam keadaan baru!” Semakin hidup iman ekaristis umat Allah, semakin besar partisipasinya dalam kehidupan gerejawi, yang diungkapkan dalam komitmen yang kuat kepada perutusan yang dipercayakan Kristus kepada murid-murid-Nya. Sejarah Gereja sendiri memberikan kesaksian tentang hal ini. Dalam batas tertentu, setiap pembaruan yang besar selalu dikaitkan dengan penemuan kembali iman akan kehadiran ekaristis Tuhan di tengah umat-Nya.
--------------------
Untuk direnungkan (tambahan oleh admin) :
• Apakah aku sungguh-sungguh percaya bahwa roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus oleh kuasa Roh Kudus?
• Sejauh ini bagaimana kerinduanku terhadap Sakramen Ekaristi? Apakah menyambut-Nya setiap hari Minggu saja sudah menjadi beban buatku atau malah dengan kerinduan yang menyala-nyala aku mengusahakan untuk menyambut-Nya setiap hari?
• Gereja adalah Tubuh Mistik Kristus, namun demikian diri kita pribadi adalah juga Gereja. Apakah Ekaristi sungguh-sungguh selalu memperbarui hidup Gereja, yaitu diriku sendiri? Ataukah mulai ada kecenderungan hanya menjadi rutinitas belaka?
• Sudahkah Ekaristi, dan bukan ego diri kita sendiri, membuat kita berpartisipasi pertama- dalam kehidupan gerejawi? Sejauh mana?
Sabtu, 04 Februari 2012
Keluarga Kudus

Secara tradisonal, Gereja Katolik mendedikasikan bulan Februari kepada Keluarga Kudus. Maka marilah kita menyisipkan intensi2 berikut dalam doa kita:
1. Bagi semua keluarga Katolik. Semoga teladan Keluarga Kudus Nazareth memberikan semanga...t untuk menjalani hidup dengan tabah dan penuh syukur.Semoga keluarga-keluarga Katolik dapat menjadi "Gereja kecil", tempat pertama di mana anak dapat mengenal ...Kristus dan Gereja-Nya, sebagaimana Bapa Yosef dan Ibu Maria mengajar kanak-kanak Yesus.
2. Bagi keluarga-keluarga Katolik yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Semoga dengan bercermin pada kemiskinan Keluarga Kudus Nazareth, mereka dapat mempersembahkan kesulitan2 hidup mereka pada Tuhan. Semoga mereka dengan tekun dan giat mencari jalan keluar, sambil mengingat ketekunan Bapa Yosef.
3. Bagi keluarga-keluarga Katolik yang terancam mengalami kehancuran. Semoga kedamaian dalam Keluarga Kudus Nazareth menginspirasikan mereka untuk kembali menjadi keluarga yang rukun.
4. Bagi keluarga-keluarga Katolik yang salah seorang/beberapa anggota keluarganya berpindah dari iman Katolik. Semoga anggota keluarga yang masih setia pada iman Katolik, dapat memberikan teladan kristiani yang baik, sehingga suatu saat, mereka yang terhilang dapat kembali ke pangkuan Bunda Gereja.
5. Bagi keluarga-keluarga Katolik yang mengalami guncangan karena kasus narkoba yang menimpa keluarga mereka. Semoga para orangtua tetap sadar dan tetap dapat memandang wajah Kristus dalam diri anak mereka, sehingga selalu mengusahakan yang terbaik demi pemulihan kondisi anak
6. Bagi keluarga-keluarga yang anak2nya terpanggil menjadi imam, bruder, atau suster. Semoga para orangtua dengan lapang hati menerima jalan hidup yang dipilih oleh anaknya sambil mengingat peristiwa Yesus dipersembahkan di kenisah.
7. Bagi keluarga single parent. Semoga Bunda Maria yang menurut (t)radisi membesarkan Yesus seorang diri memberi kekuatan bagi para orangtua tunggal untuk sekaligus menjadi ayah dan ibu bagi anak-anak mereka.
8. Bagi keluarga Katolik dengan banyak anak. Semoga Allah mencukupkan kebutuhan mereka mengingat mereka telah memprioritaskan iman Katolik yang menghargai setiap kehidupan.
Keluarga Kudus Nazareth,jadikan kami anggota keluarga kalian!
Minggu, 22 Januari 2012
Sejarah Misdinar

Di Roma, sekitar tahun 250, agama kristiani dilarang di sana, bahkan Kaisar Valerianus memerintah polisi Roma untuk mencari orang-orang yang percaya kepada Kristus untuk ditangkap, disiksa dan dibunuh. Meski banyak orang kristiani banyak yang terbunuh, tetapi banyak murid-murid Kristus yang tetap setia tidak mau mempersembahkan korban kepada para berhala Romawi. Dalam situasi semacam itu, orang-orang kristiani hanya berani berkumpul pada malam hari di “katakomba”, yaitu teras kuburan bawah tanah membentuk gang yang panjang dari beberapa kuburan dalam satu gua. Di sana pulalah orang-orang kristiani biasa melakukan Ekaristi atau Misa.
Pada waktu itu, ada seorang pemuda kristiani yang setiap pagi, sebelum fajar menyingsing dengan riang gembira menuju ke tempat tersebut dengan berjalan kaki melintasi lorong-lorang kota Roma untuk melayani imam merayakan Ekaristi. Suatu pagi seperti biasa, Tarsisius ke sana untuk melayani imam merayakan Ekaristi. Hari itu Paus sendiri yang mempersembahkan Ekaristi, namun orang yang hadir hanya sedikit, sebab beberapa hari yang lalu, banyak orang kristiani yang ditangkap. Beberapa orang terpaksa menyelamatkan diri ke luar kota.
Orang yang hadir pada saat itu adalah orang yang selamat dari pencarian dan pengeledahan polisi Roma saat itu. Selesai Misa, Tarsisius tidak segera pulang, ia membantu mengatur alat-alat Misa. Tarsisius mendengar Paus mengeluh: “Kemarin seorang petugas penjara datang ke mari dengan diam-diam. Ia mengatakan, bahwa saudara-saudara kita yang dipenjarakan ingin sekali menyambut Tubuh Kristus sebelum mereka dibunuh. Tetapi banyak imam sudah ditangkap. Saya sendiri tidak bisa ke sana, sebab saya sudah dikenal. Mana bisa kami mengabulkan permohonan mereka?”
Tarsisius langsung menghampiri Paus, katanya: “Kenapa Bapa Suci tidak mengutus saya? Saya tidak akan dicurigai.” Paus langsung menjawab: “Jangan nak, kamu masih terlalu muda. Tugas itu terlalu berbahaya untukmu!” Tarsisius tetap bertekat untuk membantu, katanya: “Tetapi setiap pagi saya datang ke mari, Santo Bapa, saya satu-satunya pelayan Misa yang selalu datang. Saya tidak takut. Apalagi hari masih pagi, jalan juga masih sepi.” Melihat semangat itu, Paus akhirnya menyetujui, kata: “Baiklah, kamu boleh coba, tetapi hati-hatilah!”
Paus berlutut dengan hormat ke depan altar, mengambil beberapa Hosti Suci dan dimasukan dalam sebuah kota kecil yang terbuat dari emas. Kota kecil itu dikalungkan dengan tali di leher Tarsisius yang berlutut di hadapan Paus. Tarsisius segera menutupinya dengan “toga”, yaitu semacam mantol, yang dipakainya.
Tarsisius segera berangkat. Ia memagangi kotak emas itu erat-erat di bawah toga supaya jangan hilang. Hatinya berdebar-debar. Ia merasa bahagia atas kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh Paus sendiri. Dalam hati ia berdoa kepada Yesus, yang sedang di bawanya untuk menghibur para tawanana.
Tapi tanpa disangka-sangka, hari itu beberapa teman Tarsisius telah bangun pagi dan berjalan-jalan. Seorang temannya melihat Tarsisius terburu-buru menghampirinya dan bertanya: “Hai, Tarsisius pagi-pagi begini kamu mau pergi kemana? Kok terburu-buru?” Tarsisius tidak menjawab. Seorang teman Tarsisius yang menyusul bahunya dan bertanya: “Kamu kok tidak seperti biasa, ada apa? Apa yang kamu bawa di bawah toga itu?” Seorang teman malah mencoba menari toga Tarsisius. Toga Tarsisius tersingkap, dan kota emas Hosti Suci terlihat. Temannya yang mengenali benda itu, berkata: “Lihat, sepertinya ia membawa sesuatu dari orang kristiani kepada itu!” Teman-teman Tarsisius mulai berteriak serentak: “Serahkan barang itu, Ayo cepat! Berikan pada kami atau kami ajar!” Tarsisius tidak berkata sepatah katapun, ia juga tidak menyerahkan kotaknya. Kotak itu justru dipertahankan sekuat tenaganya. Ia tidak ingin menyerahkan Tubuh Tuhannya keapda teman-temannya yang tidak beriman itu.
Karena keteguhan hati Tarsisius, teman-temannya menjadi jengkel dan mulai memukul, menendang bahkan melempari Tarsisius dengan batu. Tapi tetap saja kotak itu tidak dilepaskan oleh Tarsisius. Seorang teman Tarsisius sangat jengkel, akhirnya mengayunkan pentung dan memukul kepala Tarsisius. Tarsisius terpelanting jatuh mengucurkan darah. Tepat saat itu suara keras menegur mereka: “Apa yang kalian perebutkan!” diikuti munculnya seorang polisi menghampiri mereka. Teman-teman Tarsisius ketakutan, mereka melarikan diri meninggalkan Tarsisius yang tergeletak bersimbah darah.
Polisi itu menghampiri Tarsisius. Ketika Tarsisius mengenali wajah itu tersenyum. Polisi itu seorang kristiani. Dengan sisa tenaganya Tarsisius menyerahkan Sakramen Mahakudus kepada Polisi itu. Si Polisi mengangguk mengerti. Tanpa mengatakan apapun, polisi itu menerima kotak berisi Sakramen Mahakudus tersebut dan mengalungkan dilehernya sendiri. Si Polisi lalu mengangkat Tarsisius dengan hati-hati dan membawanya ke sebuah rumah orang kristiani terdekat dan meninggalkannya di sana. Setelah itu, si Polisi segera pergi ke penjara dan menerimakan Komuni Suci secara diam-diam kepada para tawanan.
Tidak lama kemudian, Tarsisius meninggal. Luka-luka yang dideritanya terlalu parah. Ia dimakamkan di katakomba Kalikstus, di jalan Apia, dekat makam para Paus. Tarsisius adalah seorang putera altar, yang pada zaman itu dinamakan secara resmi: seorang akolit. Ia seorang putera altar yang menghorbankan hidupnya demi Ekaristi kudus. Karena teladan perjuangannya itu, ia dipilih sebagai pelindung para putera altar. Martir suci yang diperingati setiap tahun pada tanggal 15 Agustus.
Jumat, 13 Januari 2012
Santo Yakobus bin Zebedeus (Yakobus Besar)

Orang Galilea, putra Zebedeus, saudara Rasul Yohanes, dimana mereka berdua disebut oleh Yesus sebagai Boanerges, artinya putera halilintar (Markus 3:17). Dia juga seorang nelayan.
Agaknya Petrus, Yakobus dan Yohanes bertiga punya tempat yang spesial. Hanya mereka bertiga yang menjadi saksi atas: dibangkitkannya putri Yairus dari kematian (Markus 5:21-43), transfigurasi Yesus di atas bukit (Matius 17:1-8), sengsara Yesus di taman Getsemani (Matius 26:36-46). Hanya mereka bertiga yang diberi nama khusus oleh Yesus.
Tidak mengherankan kalau Yakobus dan Yohanes merasa berhak untuk menemui Yesus dan meminta apapun yang mereka inginkan. (Injil Matius 20:20-28 mengisahkan tentang permintaan ibunda Yakobus dan Yohanes yang datang kepada Yesus untuk mengajukan suatu permohonan khusus). Sebagai tanda kasihNya, Yesus tidak memarahi mereka tetapi menanyakan apa yang mereka minta. Permintaan mereka agar mereka bisa duduk di sebelah kanan-kiri Yesus jika Yesus nanti datang dalam kemuliaanNya, menunjukkan bahwa mereka tidak mengerti tugas misi mereka yang sebenarnya. Yesus menjawab bahwa mereka tidak tahu apa yang dimintanya. Mereka tidak melihat salib kesengsaraan melainkan tahta duniawi. Bisakah mereka meminum cawan yang Yesus minum? Mereka bilang "kami dapat." Yesus meyakinkan bahwa memang mereka akan turut meminum cawanNya. Ke-10 rasul lainnya pun marah-marah setelah mendengar permintaan kedua bersaudara itu. Yesus menggunakan kesempatan ini untuk mengajarkan kepada mereka bahwa untuk menjadi besar seseorang harus menjadi pelayan.
Lebih jauh lagi Yakobus dan Yohanes menunjukkan ketidak-mengertian mereka ketika Yesus ditolak oleh orang-orang Samaria (Lukas 9:51-56). Mereka berdua ingin menggunakan kuasa yang didapatnya bukannya untuk menyembuhkan melainkan untuk menurunkan api dari langit untuk membinasakan orang-orang Samaria yang berani menolak Yesus tersebut. Barangkali Yesus memberi nama mereka Boanerges - putera-putera halilintar - karena semangat mereka, antusiasme mereka atau temperamen mereka. Yesuspun memarahi mereka karena pandangan mereka yang ingin menggunakan kuasa mereka dengan tanpa ampun dan balas dendam.
Meskipun dengan segala kekurangan mereka, Yesus tetap memilih Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk menemaniNya di taman Getsemani. Yesus pasti sangat bersedih ketika menemukan mereka sedang tertidur pulas pada malam yang sengsara itu.
Yakobus sungguh minum dari cawan yang diminum Yesus. Dia adalah Rasul pertama yang mati terbunuh, atas perintah raja Herodes Agripa dengan sebilah pedang (Kisah Para Rasul 12:2).
Ada keragu-raguan akan perjalanan legendaris yang dilakukannya ke Spanyol dan juga mengenai keotentikan (keaslian) relikwi-relikwi yang disebut sebagai miliknya di Santiago de Compostela, karena kurangnya bukti sejarah. Yakobus dihormati sebagai Santo pelindung Spanyol dan para penziarah dan para pekerja. Dalam dunia seni, digambarkan membawa sebuah bel peziarah. Lambangnya adalah tiga kulit kerang yang merujuk pada penziarahan. Dirayakan tiap tanggal 25 Juli (Ritus Roma/Latin) dan 30 April (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Yohanes, Penginjil:
Orang Galilea, putra Zebedeus, saudara kandung Yakobus Besar, dimana mereka berdua dinamakan Boanerges, putera-putera guruh (Markus 3:17), oleh Yesus. Dia adalah juga seorang nelayan, mungkin seorang murid Santo Yohanes Pembaptis, merupakan salah satu penginjil (penulis kitab Injil), dan yang sering disebut-sebut sebagai "murid yang terkasih" (Yohanes 19:26, 21:20).
Bersama Petrus dan Yakobus bin Zebedeus, hanya mereka bertiga yang diajak Yesus ketika: putri Yairus dibangkitkan dari kematian (Markus 5:21-43), transfigurasi Yesus di atas bukit (Matius 17:1-8), sengsara Yesus di Taman Getsemani (Matius 26:36-46).
Rasul Yohanes adalah satu-satunya yang tidak meninggalkan Yesus ketika saat-saat sengsara penyaliban Yesus. Dari kayu salib, Yesus Kristus menyatakan Bunda Maria sebagai ibu kepada Yohanes dan sebaliknya menyatakan kepada Bunda Maria bahwa Yohanes adalah anaknya (Yohanes 19:26). Sabda Yesus yang signifikan ini merujuk kepada Maria sebagai hawa yang baru, hawa yang kedua. Yohanes mewakili seluruh umat Kristen dan dengan demikian Bunda Maria menjadi ibu bagi segenap umat manusia (Lukas 1:48).
Rasul Yohanes mengarang Kitab Injil ke-empat, tiga Surat Yohanes, dan Kitab Wahyu. Injil karangannya punya karakter yang berbeda secara menyolok. Kalau Injil Matius, Markus dan Lukas dikategorikan sebagai Injil sinoptik - disebut demikian karena isinya berupa ringkasan ministri Yesus -, Injil Yohanes ditulis dengan 'gaya bebas' dan topikal, sesuai tujuan yang ingin dicapai oleh sang penulis, dan mengandung makna teologis yang mendalam. Menurut tradisi, dia dibawa ke Roma dan atas perintah Kaisar Domitian dia dimasukkan kedalam belanga berisi minyak mendidih tetapi Yohanes selamat tanpa cedera sedikitpun. Yohanes lantas diasingkan ke pulau Patmos selama setahun.
Rasul Yohanes adalah satu-satunya diantara bilangan para Rasul, yang diketahui secara pasti tidak meninggal sebagai martir. Menarik untuk direnungkan apa yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil Yohanes 21:20,21,23 : Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus (yaitu Yohanes) sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"....Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" .... Maka tersiarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Yohanes memang sungguh-sungguh berumur panjang. Dia tinggal di Efesus di Asia Kecil untuk beberapa lamanya dan masih hidup ketika Roma dipimpin oleh Paus Santo Clement I yang suratnya kepada umat di Korintus sangat terkenal dan dijadikan bahan bukti untuk mendukung otoritas Sri Paus. Yohanes meninggal secara alami pada sekitar tahun 100 dan diatas makamnya dibangun gereja yang megah. Akan tetapi berabad-abad sesudahnya, penguasa Islam merubah gereja itu menjadi mesjid.
Dalam dunia seni, dia dilambangkan dengan seekor elang, sebagai simbol kehebatan isi kitab Injil karangannya, potret kemampuan dirinya yang menonjol dalam menyelami misteri-misteri Allah. Lambang lainnya yaitu kaliks (piala) yang dililit oleh seekor ular menurut legenda dimana dia diberikan piala berisi racun dalam suatu usaha untuk membunuhnya. Dirayakan tiap tanggal 27 Desember (Ritus Roma/Latin) dan 8 Mei (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Filipus:
Lahir di Bethsaida, Galilea. Pada awalnya Santo Filipus mungkin adalah murid Santo Yohanes Pembaptis. Hanya Injil Yohanes yang menyebutkan dua kisah tentang Santo Filipus ini. Dia dipanggil oleh Yesus sendiri dan dia membawa Natanael besertanya (Yohanes 1:43-51). Aksi Santo Filipus selanjutnya bisa dibaca dalam Kisah Para Rasul 8:4-13. Menurut tradisi, dia mewartakan Kabar Gembira di Phrygia dan menjadi martir dengan cara disalibkan terbalik di Hierapolis, Yunani, pada masa pemerintahan Kaisar Domitian.
Lambang Santo Filipus adalah sebuah salib yang didampingi oleh dua bundaran yang melambangkan dua potong roti. Dua potong roti Ini merujuk pada kata-kata Yesus yang ditujukan kepada Filipus mengenai pemberian makan kepada ribuan orang dalam Injil Yohanes 6:5-7 ..berkatalah Ia kepada Filipus: "Dimanakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Dirayakan tiap tanggal 3 Mei (Ritus Roma/Latin) dan 14 November (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Bartolomeus (Natanael):
Satu hal yang diketahui pasti tentang Santo Bartolomeus adalah namanya disebutkan dalam bilangan para Rasul. Namanya berarti "putera Tolomai" (bar = bin = putera) dan dikenal juga sebagai Natanael dari Kana, sahabat Filipus (Yohanes 1:43-51). Ia dibawa kepada Yesus oleh Filipus, dimana Yesus memujinya sebagai orang Israel sejati yang tidak memiliki kepalsuan didalamnya.
Menurut berbagai tradisi, dia mewartakan Kabar Gembira di Etiopia, India, Persia dan Armenia, dimana dia menjadi martir dengan cara dicacah dagingnya hidup-hidup dengan pisau dan dipenggal oleh raja Astyages. Tempatnya meninggal adalah di Abanopolis, di tepi barat Laut Kaspia. Dalam dunia seni, digambarkan memegang sebilah pisau, salah satu alat yang dipakai untuk membunuhnya. Lambang Santo Bartolomeus adalah tiga bilah pisau. Dirayakan tiap tanggal 24 Agustus (Ritus Roma/Latin) dan 25 Agustus (Ritus Bizantium/Timur).
Santo Thomas Didimus:
Santo Thomas orang Yahudi yang termasuk dalam bilangan 12 rasul. Ketika Yesus berkata bahwa Ia ingin kembali ke Yudea untuk mengunjungi sahabatnya Lazarus yang menderita sakit keras (Yohanes 11), Thomas menyemangati para rasul lainnya untuk ikut menemani Yesus dalam perjalanan yang penuh bahaya maut. Pada perjamuan terakhir (Yohanes 14), ketika Yesus memberitahu para muridNya bahwa Ia akan pergi untuk menyiapkan tempat bagi mereka kemana mereka akan datang karena mereka juga tahu tempat dan jalannya, Thomas berkata bahwa mereka tidak mengerti. Yesus lantas meyakinkan bahwa Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.
Namun yang paling kita ingat dari Santo Thomas yaitu keragu-raguannya akan Kebangkitan Yesus seperti disaksikan oleh para rasul pada hari Minggu Paskah yang pertama (Yohanes 20:19-20). Delapan hari sesudahnya, pada penampakan Kristus yang kedua, Yesus menegor Thomas dengan lembut karena ketidak-percayaannya dan selanjutnya memberikan bukti-bukti seperti yang dituntut oleh Thomas - tangan yang berlubang bekas paku dan luka di lambungNya. Santo Thomas menjadi yakin akan Kebangkitan Yesus dan dengan serta-merta berseru "Ya Tuhanku dan Allahku". Dengan demikian Santo Thomas menyatakan pengakuan iman akan ke-Allah-an Yesus (Yohanes 20:24-29). Santo Thomas juga disebut dalam peristiwa penampakan Kebangkitan Yesus lainnya di tepi danau Tiberias (Yohanes 21).
Menurut tradisi, setelah para rasul berpisah setelah peristiwa Pantekosta, Santo Thomas dikirim untuk mewartakan Kabar Gembira di berbagai tempat dari Laut Kaspia, Parthian, Medes, sampai Teluk Persia dan akhirnya mencapai India dimana banyak penduduk asli di negara bagian Malabar menjadi Kristen dan menyebut diri mereka sebagai "umat Kristen Thomas". Ritus khas mereka yaitu Syro-Malabar dan Syro-Malankara adalah dua diantara 22 ritus yang dikenal dan diakui oleh Gereja Katolik. Rasul Thomas menjadi martir di sekitar kota Madras, India di tempat yang bernama Calamine; mati dengan cara ditombak.
Dalam dunia seni, Santo Thomas digambarkan berlutut dihadapan Kristus yang bangkit dengan mulia, dan lambangnya adalah sebuah penggaris-siku tukang kayu dan sebilah tombak, alat yang digunakan untuk membunuhnya. Santo Thomas adalah santo pelindung para arsitek. Dirayakan tiap tanggal 3 Juli (Ritus Roma/Latin) dan 6 Oktober (Ritus Bizantium/Timur).